Semua instanti pendidikan yang
resmi diwajibkan untuk mempunyai perpustakaan dalam rangka meningkatkan mutu
intelektual yang dimiliki oleh instansi terkait. Perpustakaan merupakan ujung tombak
keberhasilan mutu dalam suatu pendidikan. Memang, di Indonesia sendiri
perpustakaan belum begitu diperhitungkan secara baik. Kebanyakan ini
perpustakaan hanya dijadikan sebagai suatu tempat untuk menyimpan buku dan
syarat untuk akreditasi saja. Tanpa memikirkan secara jauh pemanfaatan dan
tujuan dengan didirikan perpustakaan tersebut. Salah satu motor penggerak utama
dari sebuah perpustakaan adalah Pustakawan. Akan tetapi yang menjadi ironi,
lembaga pendidikan di Indonesia seakan tidak membutuhkan adanya seorang ahli
Informasi ini. Mungkin dikota – kota besar pustakawan sudah mulai
diperhitungkan, akan tetapi perbandingan kota dandesa yang ada di Indonesia itu
sangat jauh sekali. Banyak pendidikan – pendidikan di desa itu perpustakaanya
tidak dikelola oleh pustakawan, bahkan yang lebih mengenaskan lag imereka tidak
mempunyai perpustakaan.
Perpustakaan dan pustakawan
merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Namun pustakawan saat ini
sangat dipertanyakan kemampuannya. Banyak lulusan pustakawan yang sebenarnya
belum mampu untuk diberi tanggung jawab mengelola perpustakaan. Dalam persiapan
untuk pengelolaan perpustakaan, perlu kekreatifitasan yang penuh dan keuletan
yang tinggi. Untuk mendapatkan kreatifitas tidak semudah membalikkan telapak
tangan, perlu adanya usaha yang maksimal dan latihan demi latihan untuk
mencapai hal tersebut. Untuk itu, pustakawan wajib kreatif, memanfaatkan setiap
kesempatan yang ada dan terus berupaya untuk menghasilkan hal yang terbaik
untuk dirinya dan perpustakaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar